Pola Mutasi Resistensi terhadap Analog Nukleosida Virus Hepatitis B pada Pengidap Kronis yang Belum Mendapatkan Terapi

Pola Mutasi Resistensi terhadap Analog Nukleosida Virus Hepatitis B pada Pengidap Kronis yang Belum Mendapatkan Terapi

Julwan Pribadi 1), Rino Alvani Gani 2), Ari Fahrial Syam 3), Cosmas Rinaldi Lesmana 2), Budiman Bela 4), Siti Setiati 5), Hartiyowidi Yuliawuri 4), Anugrah Dwi Handayu 2)

1) Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis-II/Konsultan Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kekhususan Gastroentero-Hepatologi.
2)Divisi Hepatologi, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
3)Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit  Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
4)Institute of Human Virology and Cancer Biology, Universitas Indonesia.
5)Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

 

ABSTRAK

Introduksi: Mutasi pada gen rt (reverse transcriptase) polimerase virus hepatitis B (VHB) yang terjadi pada pasien naif (yang belum diobati) berpotensi mengakibatkan resistensi terhadap pengobatan antiviral analog nukleosida/nukleotida (Nuk). Penelitian ini bertujuan mengetahui proporsi kejadian dan pola mutasi yang bersifat resisten terhadap antiviral pada subyek pengidap hepatitis B kronis (HBK) naif.

Metode: Mutasi yang bersifat resisten pada gen rt polimerase VHB dideteksi dengan sequencing DNA menggunakan sistem ABI Prism 3130xl. Jumlah muatan virus, status HBeAg dan genotipe VHB juga diperiksa.

Hasil: Dari 55 subyek yang diperiksa, didapatkan sequence rt polimerase pada 35 subyek (22 pria dan 13 perempuan, rerata usia 38,8 ± 11,8 tahun) yang didiagnosis  mengidap HBK antara Januari 2007 dan November 2010. Median HBV DNA 9.95×106 (276-1.0×108) IU/mL, 62,9% subyek dengan VHB genotipe B dan 59,4% subyek berstatus HBeAg positif. Mutasi yang bersifat resisten terhadap Nuk pada titik primer tidak didapatkan. Mutasi di titik sekunder gen rt polimerase rt238 yang berhubungan dengan resistensi terhadap adefovir didapatkan pada 24 (71%) subyek; dengan rincian pola mutasi rtH238Q pada 18 (52,9%),  N238Q pada 3 (8,8%), N238H pada 1 (2,9%), dan N238T pada 2 (5,9%) subyek. Mutasi rt238 secara bermakna terjadi lebih banyak pada VHB genotipe B dibandingkan dengan pada genotipe C (p 0,022)

Kesimpulan: Mutasi pada titik primer gen rt polimerase VHB yang bersifat resisten terhadap Nuk tidak dideteksi pada pasien HBK naif. Mutasi pada titik sekunder rt238 yang berhubungan dengan resistensi terhadap adefovir terdeteksi cukup dominan. Temuan ini perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui lebih jelas pengaruhnya terhadap respons klinis dan virologis pengobatan dengan Nuk.

Kata kunci : hepatitis B kronis, mutasi rt polimerase, pasien naif, resistensi analog nukleosida/nukleotida, virus hepatitis B.

 

Untuk melihat Full text, silahkan hubungi kami